Nilai

Komunitas akademik Universitas Katolik Parahyangan tumbuh dan berkembang menghadapi tuntutan jaman. Berbagai inovasi dan prestasi baik dari individu maupun institusi telah diraih. Lulusan yang dicetak tidak hanya memiliki intelektualitas yang tinggi namun juga memiliki hati nurani. Komunitas akademik Unpar selalu mengembangkan ilmu melalui penelitian lalu kemudian digunakan untuk mengabdi pada masyarakat, sesuai dengan sesanti Unpar “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti” (Berdasarkan Ketuhanan Menuntut ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat).

Pencapaian Unpar tidak lepas dari spiritualitas dan nilai-nilai yang tertanam dalam hati setiap pribadi komunitas akademik Unpar. Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar (SINDU) bersumber pada Spiritualitas pendiri Unpar, Sesanti Unpar, Semangat Cinta Kasih dalam Kebenaran Kristiani, dan Tradisi Luhur Kebijaksanaan dalam Masyarakat Tatar Sunda. Dari keempat sumber tersebut dirumuskan tiga nilai dasar berikut ini:

  1. Manusia yang utuh (humanum)
  2. Cinta Kasih dalam Kebenaran (caritas in veritate)
  3. Hidup dalam keberagaman (bhinneka tunggal ika)

Tiga nilai dasar tersebut menjiwai tujuh prinsip etis yang selalu menjadi panutan setiap pribadi komunitas akademik Unpar. Tujuh prinsip etis itu yaitu:

  1. Keterbukaan
  2. Sikap Transformatif
  3. Kejujuran
  4. Keberpihakan untuk mengutamakan kaum papa (prefential option for the poor)
  5. Bonum Commune
  6. Subsidiaritas
  7. Nirlaba